Gabungan Yuk di Facebook-nya Alex


Alex Gaspersz's Facebook Profile
:: PENAWARAN MENARIK ::


:: SPONSOR ::

              MakingYouRicher      
:: TUTORIAL BISNIS INTERNET ::

April 15, 2010

Apa Bedanya Motivasi Dengan Inspirasi?

. April 15, 2010
1 comments

Kita tahu bahwa motivasi dan inspirasi merupakan dua kosa kata yang sangat populer. Lebih dari itu saya menyadari bahwa mungkin saja ada sebagian dari anda yang merasa bahwa tidak ada perlunya mencari-cari perbedaan diantara kedua hal itu. Tetapi, bukankah kita sering dikelirukan oleh pemahaman yang campur aduk? Padahal, para ahli NLP tidak bosan-bosannya menekankan pentingnya menempatkan diri dalam proses berbahasa. Bahkan, di negara-negara yang penerapannya sudah lebih maju sedang seru himbauan untuk sungguh-sungguh mengembalikan huruf ’L’ pada tempatnya. Sebab, disatu sisi kita percaya bahwa ’Lingusitic’ merupakan faktor kunci dalam aplikasi disiplin ilmu itu. Namun disisi lain sering kali kita abaikan. Sekarang, saya ingin mengajak anda untuk menelisik karakteristik dari Motivasi dan Inspirasi. Anda tidak keberatan, bukan?


Beberapa waktu yang lalu saya diminta seorang sahabat untuk menjadi narasumber dalam sebuah seminar untuk umum. Sejauh yang saya ingat, saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya tidak merasa nyaman jika disebut sebagai ’motivator’. Padahal, lazimnya itu merupakan sebuah sebutan yang memiliki nilai jual. Paling tidak, masyarakat umum sudah sama-sama mafhum tentang apa yang dimaksud dengan predikat itu. Apalagi dijaman seperti sekarang ini banyak orang yang gemar mencari motivasi. Makanya program-program motivasi selalu mendapat tempat di hati mereka. Dan sebutan itu tentu sangat cocok untuk disandingkan dalam materi promosinya. Ndilalah, ketika teman saya itu mengirimkan soft file brosurnya, saya tidak langsung membukanya karena saya merasa semuanya sudah berjalan sesuai dengan yang semestinya. Namun, ketika beberapa hari kemudian saya membuka emailnya; ternyata teman saya menempelkan embel-embel ’motivator’ dibelakang nama saya.

Sekarang saya sudah benar-benar mengacaukan pikiran anda. Tadi saya mengatakan tentang NLP yang mengajak kita untuk mengoptimalkan kemampuan berbahasa yang baik dalam proses komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Tetapi, sekarang saya melanggar pakem dalam NLP itu sendiri yang disebut sebagai pacing and leading. Keengganan saya untuk menggunakan predikat itu jelas sekali menyalahi konsep pacing and leading. Sebab dalam konsep itu, kita dianjurkan untuk ’menyesuaikan diri dengan bahasa audience (pacing), baru kemudian kita memasukkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan (leading). Sedangkan saya dari awal sudah menjauhkan diri dari terminologi yang jelas-jelas paling mudah untuk dipahami oleh masyarakat umum.

Sekarang, ijinkan saya untuk mengajak anda berpijak kepada kenyataan. Dari mana anda memperoleh motivasi? Anda benar. Bahwa motivasi bisa bersumber dari luar, dan dari dalam diri kita sendiri. Faktanya memang demikian. Tetapi, motivasi yang datang dari sumber manakah yang sifatnya lestari; yang datang dari luar? Atau dari dalam diri anda sendiri?

Baiklah, untuk membantu menegaskan jawaban anda, saya akan menyampaikan sebuah ilustrasi. Ketika anda memasuki sebuah ruang pelatihan motivasi. Diruangan itu, seseorang yang anda kagumi, hormati, sukai, dan idolakan berbicara diatas pentas. Anda mendengarkan setiap kata yang beliau ucapkan. Anda tertawa ketika beliau menceritakan sebuah lelucon humoris. Anda ikut mencucurkan air mata ketika kata-katanya yang menyentuh hati membawa anda kepada kesadaran yang tinggi. Dan seketika itu pula anda bertekad; saya akan berubah. Kemudian, pada sore harinya; anda melangkah pergi meninggalkan ruang pelatihan itu. Keesokan harinya anda kembali tenggelam dalam rutinitas sebagaimana biasanya. Seminggu kemudian. Sebulan telah berjalan. Setahun. Waktu terus berputar. Masih adakah tekad dalam hati Anda itu?

Suatu ketika, anda melihat motivator yang anda idolakan itu di sebuah mall. Dari caranya memperlakukan kasir supermarket, anda merasa bahwa tindakannya bertolak belakang dengan kata-katanya. Atau, tiba-tiba saja anda mendengar kalau idola anda itu gagal mempertahankan bahtera rumah tangganya. Atau, digunjingkan terlibat dalam sebuah tindakan asusila. Bahkan, mungkin anda mendengarnya meninggal dengan dugaan bunuh diri. Semua yang anda dengar dan saksikan kemudian seolah menjadi anti klimaks dari seluruh kekaguman anda kepada seorang manusia. Sekarang, tubuh anda berperang dengan dirinya sendiri. Karena mata, telinga, rasa, dan setiap indera memiliki penilaiannya yang berbeda-beda tentang seseorang yang anda kira bisa memotivasi anda. Karena motivasi, sangat ditentukan oleh keteladan orang yang menyampaikannya.

Pada kesempatan lain. Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa berharap banyak dari pekerjaan anda saat ini. Dengan posisi dan jabatan itu, anda tahu bahwa pendapatan anda tidak akan lagi bisa menutupi kebutuhan hidup keluarga. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya anak-anak anda jika nasib anda tidak berubah. Lalu, anda bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya. Agar perusahaan melihat anda sebagai aset yang layak untuk dikembangkan dan diberi tanggungjawab yang lebih besar. Kemudian, Anda terus mengejar mimpi itu dengan sikap pantang menyerah. Dan akhirnya anda mendapatkan sebuah perbaikan. Ketika anda merasakan nikmatnya memperoleh perbaikan itu, anda kembali terdorong untuk menapak lebih tinggi. Bekerja lebih baik. Lebih rajin. Lebih ulet. Dan lebih produktif lagi. Anda mendapatkan hadiah lagi. Anda menapak lebih tinggi lagi. Begitu seterusnya. Sampai-sampai anda hampir tidak menyadari kapan harus berhenti. Karena sekarang, secara otomatis tubuh anda memotivasi dirinya sendiri.

Kedua cerita diatas itu hanya sekedar ilustrasi belaka. Namun, semoga itu bisa menegaskan bahwa tak seorang pun bisa menjadi motivator sejati bagi kita. Selain diri kita sendiri. Benar bahwa orang lain bisa memotivasi kita. Namun, kita juga mesti secara jujur melihat fakta bahwa orang itupun sama perlu motivasinya dengan kita. Jika Anda memerlukan motivasi. Saya juga sama. Begitu pula dengan mereka. Bagaimana mungkin orang yang membutuhkan motivasi seperti kita bisa memberikan motivasi sejati kepada orang lain? Sama seperti orang yang tidak punya duit tidak mungkin memberikan duit kepada orang lain. Seorang teman berkilah; motivasi itu beda dengan duit. Karena memotivasi orang tidak selalu harus dengan duit. Teman saya benar. Tetapi argumen itu tidak bisa meruntuhkan fakta bahwa motivasi yang datang dari diri sendiri itu lebih lestari. Faktanya, banyak orang yang kecewa karena terlampau banyak berharap kepada orang lain.

Sekarang ijinkan saya untuk membuka sebuah fakta lain. Ketika saya melihat teman saya yang berhasil dalam karirnya, saya terinspirasi oleh keberhasilannya. Ketika saya bertemu dengan seseorang yang sukses dalam bisnisnya, saya terinspirasi oleh kisah suksesnya. Ketika saya bertemu dengan penerima undian besar saya terinspirasi untuk berani mencoba sesuatu meski diliputi oleh ketidakpastian. Ketika melihat seseorang mengendarai Mercedes Benz, saya terinspirasi untuk mengimpikan suatu saat kelak memiliki kemampuan membeli mobil seperti itu. Dan, ketika saya menemukan bahwa orang-orang yang menginspirasi saya itu jatuh; penilaian saya kepada pribadi mereka sama sekali tidak berubah. Sementara kisah-kisahnya yang telah menginspirasi saya, tetap tinggal didalam hati sanubari saya. Karena inspirasi, tidak membeda-bedakan dari siapa datangnya.

Ketika saya melihat seekor anjing buang air sembarangan dihalaman rumah orang; saya terinspirasi untuk menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Ketika saya melihat 2 tetangga yang rumahnya bersebelahan bertengkar, saya terinspirasi untuk menjadi tetangga yang baik bagi penghuni rumah disebelah kiri dan kanan. Ketika saya mendengar seorang koruptor diadili, saya terinspirasi untuk menjadi pegawai yang jujur. Ketika saya mendengar seseorang bercerai saya berdoa; Tuhan, ijinkan saya untuk terus mencintai istri yang telah Engkau pilihkan. Dan semoga dia memiliki hasrat yang sama. Agar kami bisa terus bergandeng tangan selamanya. Ketika saya melihat maling digebuki warga, saya terinspirasi untuk menghindari perbuatan serupa. Ketika pesawat televisi menayangkan rekaman penggerebekan kamar-kamar hotel yang digunakan pasangan-pasangan bukan muhrim, saya terinspirasi untuk berusaha menjaga kehormatan. Karena, inspirasi tidak membeda-bedakan antara yang baik dan yang buruk.

Sekarang, saya bisa melihat sebuah tirai tipis. Yang menjadi garis pemisah antara motivasi dengan inspirasi. Ternyata, begitu banyak perbedaan diantara keduanya. Sehingga jika kita bisa mengenali perbedaan-perbedaan itu, kita akan memahami; mengapa motivasi kita sering naik dan turun. Mengapa motivasi kita, sering berbunyi nyaring diruang-ruang training, tapi membisu dalam realitas hidup. Mari sekali lagi kita perhatikan beberapa perbedaan antara motivasi dan inspirasi.

Pertama, motivasi sangat ditentukan oleh siapa yang mengatakannya. Anda jarang termotivasi oleh orang yang gagal. Sebaliknya, kegagalan orang lain sering memberi kita inspirasi untuk menjadi orang yang berhasil.



Kedua, motivasi sangat ditentukan oleh keteladanan orang yang mengatakannya. Anda jarang bisa terus termotivasi oleh seseorang yang sudah ketahuan ’sifat aslinya’. Sebaliknya, ’sifat asli’ seseorang sering memberi kita inspirasi untuk terus belajar agar lama kelamaan kita bisa menjadi manusia yang mampu menyelaraskan antara perbuatan dan perkataan.



Ketiga, motivasi sering dimonopoli oleh bangsa manusia. Anda jarang termotivasi oleh comberan, kotoran cicak, ataupun bau pesing toilet di terminal-terminal kendaraan. Anda juga jarang termotivasi oleh kemacetan lalu lintas, tagihan listrik, ataupun kenaikan harga barang-barang keperluan rumah tangga. Dan Anda, pasti tidak termotivasi oleh lembar laporan potongan pajak jika belum benar-benar merasakan apa manfaatnya. Sebaliknya, semua itu bisa menginspirasi kita. Untuk mencari jalan agar kehidupan kita menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terutama karena kita yakin. Bahwa ada kehidupan lain. Setelah kematian.

Sumber : Dadang Kadarusman - http://www.bukudadang.com/

Selengkapnya »»

April 11, 2010

Rumah Super Aman dan Canggih

. April 11, 2010
1 comments

Rumah ini terletak di dekat ibukota Polandia Warsawa. Cara kerja keamanan dirumah ini sangat unik. Tamu terlebih dahulu masuk ke halaman rumah, lalu pintu pagar akan tertutup dan pintu rumah di buka. Jika pintu pagar belum tertutup pintu rumah tidak akan di buka. hmmmmmmm















tertarik pengen punya rumah kaya' gini?

Selengkapnya »»

March 15, 2010

"Oneng, Jangan Kau Curi Kambing Emaaakk !!!"

. March 15, 2010
1 comments

Kisah yang akan kututurkan ini adalah kisah nyata. Kisah nyata yang cukup memilukan dan mungkin belum berakhir sampai sekarang. Meskipun yang menceritakan sudah tidak bekerja lagi padaku, namun kisah ini akan selalu kuingat sampai kapanpun.

Kadang aku berpikir bahwa inilah luar biasanya kehidupan itu. Seringkali seperti halnya malaikat yang berada di sekeliling kita, tidak selalu menampakkan diri dalam rupa yang berkilauan, begitu pula dengan berkat, rejeki atau apapun namanya, seringkali datang menjumpai kita tidak dalam wujud uang, harta dan kesuksesan. Kadang ia menyamar dalam bentuk kesehatan, persahabatan teman-teman, pelukan hangat istri dan anak-anak kita, atraksi lucu hewan peliharaan dan tanaman kesayangan yang berbunga, atau bahkan dalam wujud yang ekstrim seperti sakit-penyakit, kesedihan, kegagalan sementara, kebangkrutan, bahkan pengalaman pahit milik orang lain.



Keharmonisan kita dengan hidup ini dan keyakinan kita akan cinta TUHAN-lah yang kemudian memegang peranan penting, sejauh mana semua itu dapat ditransformasikan ke dalam bentuk kebaikan, karena memang segala sesuatu yang terjadi disekitar kita berlaku dengan satu maksud, yakni membaikkan diri kita.

Adalah seorang wanita tua renta bernama Isah (bukan nama sebenarnya). Diumurnya yang hampir memasuki tujuh puluh tahun, ia masih harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Rambutnya sudah menipis, dan yang tersisa itupun sudah tidak berwarna hitam lagi. Keriput tidak dapat disembunyikan lagi pada kulit wajah dan tangannya. Apalagi bau badannya…bau khas nenek-nenek !

Pertemuan kami, pertama kali dengan nya, sempat memunculkan rasa simpati dan iba yang mendalam. Sejujurnya, tidak sampai hati kami untuk mempekerjakan Bi Isah –seharusnya kami memanggilnya dengan Nek Isah- sebagai pembantu rumah tangga, tetapi apa boleh buat, ia sangat mendesak kami untuk menerimanya bekerja. Bahkan bagaimana ia memohonpun masih teringat jelas dibenakku. Bergetar parau, sambil menahan tangis. Seolah ada kesesakan yang begitu besar dalam dadanya.

Bagaimana mungkin kami sanggup menolak permintaan yang demikian itu ? Permintaan dari seorang nenek tua, untuk bekerja sebagai pembantu dirumah kami.

Apakah ia tidak memiliki anak dan cucu untuk merawatnya ? Tidak, Bi Isah tidak sebatang kara. Tetapi hidup –tanpa sebuah pilihan yang lain- memposisikan ia sama seperti orang yang sebatang kara di dunia ini.

Belakangan Bi Isah baru bercerita tentang anaknya, sebut saja Oneng. Seorang anak yang dilahirkannya dari benih seorang lelaki yang sangat ia benci. Laki-laki itu menipu Bi Isah, sehingga ia bersedia menikah dengannya. Dan ketika ia sedang hamil, sekonyong-konyong datanglah seorang perempuan mencaci-makinya, menuduh Bi Isah merebut suami orang. Seisi kampungpun gempar, orang tua Bi Isah merasa terhina, parahnya mereka semua melemparkan kesalahan itu padanya. Sementara Si Lelaki Hidup Belang- Wajah Bopeng ini akhirnya meninggalkan Bi Isah begitu saja (sekali lagi : begitu saja) seolah-olah tidak terjadi apa-apa, persis seperti seseorang yang tiba-tiba saja terbangun, karena ketiduran di pinggir jalan, lalu bangkit, berjalan pulang melenggang dan meneruskan tidur dikasurnya di rumah.

Dalam kebencian Oneng dikandung. Dalam kebencian juga akhirnya Oneng dilahirkan.

Merasa belum sanggup melupakan segala dendam dan sakit hati, Bi Isah lalu menitipkan anaknya ini kepada ibu kandungnya sendiri, walaupun berjanji tetap akan bertanggung jawab menafkahi Oneng. Ia pun berangkat dan bekerja berganti-ganti tempat dan majikan, di Jakarta, Makasar, Bogor dan beberapa daerah yang lain.

Singkat cerita Si Oneng –tepat dihari pernikahannya- mengetahui asal-usulnya. Ia terguncang. Bom waktu itupun meledak sudah. Bi Isah yang berharap itu menjadi pertemuan yang mengharukanpun harus kecewa. Ternyata Oneng bereaksi tidak seperti yang diharapkannya.

Selanjutnya perjalanan hidup Oneng merupakan kisah memilukan dan memalukan bagi kaum ibu diseluruh dunia. Kawin cerai, menyisakan anak dimana-mana. Pemuda ugal-ugalan yang tidak pernah mau bekerja menafkahi anak dan istrinya sungguh-sungguh. Jangankan bakti kepada Bi Isah, Oneng melakukan persis kebalikan dari semua perlakuan yang seharusnya dilakukan seorang anak pada ibunya. Ia menelantarkan Bi Isah, meminta uang dengan kasar, memeras, mencuri tabungan ibunya, bahkan puncaknya ia merencakan untuk mencuri dan menjual kambing aqeqah –yang dibeli dari hasil kerja keras ibunya bertahun-tahun sebagai pembantu.

Bi Isah yang mengetahui rencana Oneng, akhirnya menitipkan dua ekor kambingnya itu kepada family jauhnya. Namun Oneng tidak menyerah, bak detektif kelas wahid ia terus memburu, mencari tahu dimana kambing-kambing itu berada. Niat durhaka Oneng ini membuat Bi Isah dipenuhi perasaan cemas setiap hari, tak jarang matanya terlihat bengkak karena menangis. Malam-malam dilalui dengan susah tidur, memikirkan tingkah laku anak kandungnya itu.

Kami iba, namun tidak sanggup berbuat apa-apa. Sekali lagi, sepertinya hidup memang memaksa Bi Isah untuk berhadapan seorang diri dengan anaknya.

Entah bagaimana ujung kisah itu berakhir, yang jelas dalam sebuah kesempatan Bi Isah menasehatiku dengan mata berkaca-kaca.

“Aden (begitu ia memanggilku) ...mumpung Aden masih muda dan masih banyak kesempatan, Aden harus berhati-hati melangkah dalam hidup. Karena apapun yang kita buat, apa itu kebaikan atau keburukan, akan kembali lagi ke kita, Den. Tidak ada tempat untuk sembunyi. Bener-bener tidak ada tempat…untuk sembunyi”.

Hanya dua tahun Bi Isah bekerja pada kami. Tetapi kenangan dan pelajaran hidup yang ia tinggalkan sangat dalam terpatri dihati ini. Pelajaran bahwa hidup ini adalah sebuah investasi, namun tidak seperti investasi saham, surat berharga dan reksadana, yang mana tidak dapat kita ketahui hasilnya dengan pasti, namun hidup memiliki HAKIM, yang menjamin bahwa hasil investasi seseorang akan kembali kepada orang itu sendiri.

Ini tentu kabar baik untuk mereka yang sudah menginvestasikan hal-hal baik dalam hidupnya, sekaligus kabar buruk untuk mereka yang menginvestasikan yang sebaliknya.

[Made Teddy Artiana, S. Kom]

Selengkapnya »»

March 6, 2010

Planet Goal Blitar : not just an ordinary indoor futsal center (one stop entertainment concept)

. March 6, 2010
1 comments

Planet Goal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan lapangan futsal.
Lapangan futsal Planet Goal memiliki ukuran 14m x 27m, rumput sintetis 2 warna standard internasional, tribun, rompi [design kostum kesebelasan sepakbola berbagai negara], sarung tangan kiper, bola, shower, cafe, hot spot are, live music, dll.
Selain lapangan futsal, Planet Goal memiliki fasilitas lainnya :

- Planet Goal Cafe : cafe 'sehat' sebagai tempat hang out masyarakat Blitar. Menyajikan menu2 ringan & sehat seperti roti bakar, burger, sandwich, hot dog, french fries, aneka jus buah segar, coffe, tea dll.
Free Hot Spot area, TV 47" yang menyajikan siaran2 dari Indovision [khususnya bola], rencana untuk event Piala Dunia, planet goal akan memasang layar lebar untuk menggelar acar nonton bareng, juga akan ada live accoustic dari musisi2 Blitar.

- Planet Goal Merchandise : produksi & menjual T-shirt dengan tema2 bola dari bahan yang berkualitas & nyaman dipake dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.

- Planet Goal Event Organizer : Pada tanggal 16 Maret 2010 nanti, Planet Goal EO akan mengadakan suatu event besar untuk Grand Launching dari Planet Goal itu sendiri dgn tema: BLITAR FIESTA 2010. Ada tournament futsal, music festival, battledance competition, konser Eden Band, wisata kuliner, donor darah, service speda motor gratis, Blog Competition, pameran lukisan, kumpul2 komunitas motor [maks 10 mtr dr mio club, vespa, motor2 tua].

- Insyaallah sdg dirintis Planet Goal Foundation : panti asuhan yg brusaha membantu tmn2 kurang bruntung.
Dimulai dgn menyisihkan scr sukarela sbagian penghasilan tmn2 team Planet Goal utk membantu biaya pendidikan 1 org anak yg kurang bruntung. Krn kterbatasan kami maka kami mulai dr 1 anak dulu, mohon do'a smoga kami bisa membantu lebih banyak tmn2 yg kurang bruntung.
Apabila Anda bingung mencari tempat yg bisa dipercaya utk menyalurkan sbagian penghasilan Anda, Planet Goal akan membantu menyalurkan kpd yg membutuhkan

Klik disini untuk gabung dgn Planet Goal Blitar di facebook.

Selengkapnya »»
 

Artikel Terbaru

Komentar Baru


BLOG REKANAN

KETERANGAN
artikel telah ditulis
komentar masuk

TUKERAN LINK YUK!!

My Community

Bloggers & Blogging Blogs - Blog Catalog Blog Directory Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog!
Alexis Blog is proudly powered by Blogger.com :: Supported by Yobroo.com :: Just another Brotherhood blog